Register
Home
Minimalisir Golput, Diupayakan KTP untuk Memilih PDF Print E-mail

Medan, (Analisa)

Guna meminimalisir angka “golongan putih” (golput) akibat tidak terdata dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan akan berkoordinasi dengan KPU Pusat terkait kemungkinan penggunaan KTP bagi warga yang berlum terdaftar.

Demikian Ketua KPU Medan Evi Novida Ginting melalui anggota KPU Divisi Hukum dan Humas Pandapotan Tamba kepada Analisa ketika ditemui di ruang kerjanya, Jumat (26/3) sore. Dikatakannya, dalam Pemilu 2009 lalu, berdasarkan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang diajukan KPU Pusat, masyarakat yang tidak terdata sebagai pemilih atau tidak membawa formulir undangan boleh menggantinya dengan KTP.

Hal itu berpengaruh besar  sebagai antisipasi  melonjaknya angka golput di mana dengan penerapan KTP ini jumlah pemilih meningkat berkisar 12.000 orang. Di mana usai pemilihan diketahui partisipasi pemilih yang terdaftar dalam DPT dan menggunakan undangan berkisar 47 persen.  Dengan adanya keputusan MK membolehkan menggunakan KTP sebagai pengganti kartu pemilih, jumlah pemilih menggunakan hak suara pada hari H menjadi 53 persen pada Pemilu Presiden (Pilpres) lalu.

Terkait hal ini, KPU Medan akan berkoordinasi dengan KPU Pusat, berharap keputusan MK itu dapat diterapkan dalam Pilkada Medan 12 Mei 2010 mendatang. Bila hal ini bisa diterapkan maka tiga elemen yang digunakan sebagai antisipasi pemilih mulai surat undangan memilih, kartu pemilih dan terakhir KTP kalau disetujui.

“Dengan demikian partisipasi pemilih pada Pilkada 2010 mendatang ditargetkan mencapai 90 persen,” tandas Pandapotan sembari mengutarakan Penetapan DPT berlangsung 28 Maret 2010 mendatang.

Pandapotan juga menyampaikan jumlah DP4 Pilkada Medan 2010 berkisar 2.075.219, sedangkan DPS berkisar 1.983.990 sedangkan draf DPT  berkisar 1.984.597 dengan perincian pria 987.306 dan wanita 997.291 dengan jumlah TPS se-Kota Medan 3.896 unit.

Secara Terpisah


Secara terpisah, Ketua Pokja Pemutakhiran Data Pemilih KPU Medan Bakhrul Chair Amal mengatakan pihaknya belum menerima satupun masukan tim pemenangan. Meskipun KPU Medan tetap akan membuka kesempatan bagi pasangan calon untuk memasukkan konstituennya dalam DPT hingga rapat pleno terbuka penetapan DPT pada, Sabtu  (3/4)  mendatang.

“Jika masih ada ditemukan keberatan atau sanggahan harus disertai data dan bukti yang lengkap. Tidak lagi hanya berasumsi atau memberikan keterangan yang belum jelas datanya.Karena sudah masuk ke tahap penetapan, kami inginnya sanggahan yang diberikan harus berdasarkan data lengkap dan terinci agar dapat dikombinasikan dengan data dimiliki KPU Medan untuk dikoreksi,”  tukas Bakhrul.

Selanjutnya, Bakhrul berharap masyarakat aktif memeriksakan diri ke kelurahan mengenai kepastian terdata atau tidak.  Sebab saat ini Petugas Pemungutan Suara (PPS) tidak lagi aktif melakukan pemutakhiran. Mengingat sudah memasuki tahap penetapan menjadi DPT yang akan berakhir 28 Maret mendatang.

Belum Temukan

Adapun tim sukses pasangan calon Sigit Pramono Asri –Nurlisa Ginting, Khairul mengatakan kalau pihaknya masih belum menemukan kejanggalan dari data yang diberikan KPU Medan.  Sebab soft copy baru diberikan pekan lalu sehingga tidak cukup waktu untuk menelitinya. Namun secara faktual dikatakannya masih banyak warga yang belum didaftar dan dikunjungi PPS.  Khairul berharap KPU Medan serius dalam melakukan pengawasan terhadap kinerja PPS.

“Jangan hanya menunggu laporan secara pasif. Apalagi berharap masyarakat yang aktif melaporkannya. Harusnya KPU Medan turun langsung ke lapangan untuk memeriksa beberapa daerah yang masih rawan belum terdata PPS.

Apalagi sebagai penyelenggara, KPU hingga jajarannya di tingkat Petugas Pemutakhiran data Pemilih (PPDP) diberikan anggaran untuk melakukan pemutakhiran. “Jangan sampai anggaran pemutakhiran menjadi temuan pelanggaran karena banyak masyarakat yang belum terdata,” ujarnya.(aru)

 
generic viagra tablets